Penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang efektif tidak berhenti pada tersedianya kebijakan, prosedur, dan pengendalian. Organisasi juga perlu memastikan bahwa seluruh mekanisme pencegahan dan pengendalian risiko penyuapan telah diterapkan secara konsisten, dievaluasi efektivitasnya, serta terus ditingkatkan mengikuti perkembangan risiko dan kebutuhan organisasi.
Internal audit memiliki peran penting dalam proses tersebut. Melalui audit yang sistematis dan berbasis bukti, organisasi dapat memperoleh gambaran objektif mengenai kesesuaian implementasi sistem, efektivitas pengendalian, serta area yang masih membutuhkan perbaikan dan peningkatan.
Sebagai bagian dari komitmen memperkuat implementasi SMAP sekaligus mendukung proses upgrading dari SNI ISO 37001:2016 menuju SNI ISO 37001:2025, PT BPD Kaltim Kaltara menyelenggarakan Training Internal Auditor Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2025 Based on ISO 19011:2026 pada 24–25 September 2026.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Bapak Isnanta Adhidarma selaku Division Head SKAI sekaligus Ketua FKAP PT BPD Kaltim Kaltara. Keterlibatan pimpinan dalam pembukaan kegiatan menjadi bagian penting dalam memperkuat komitmen organisasi terhadap peningkatan kompetensi auditor internal serta konsistensi penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Bagian dari Pendampingan Upgrading SNI ISO 37001:2025
Training Internal Auditor ini merupakan bagian dari rangkaian pendampingan upgrading SNI ISO 37001:2016 ke SNI ISO 37001:2025 yang dilakukan RMC bersama PT BPD Kaltim Kaltara.
Proses upgrading standar membutuhkan lebih dari sekadar penyesuaian dokumentasi. Organisasi perlu memahami perubahan yang terdapat pada standar terbaru, menyesuaikan sistem yang telah diterapkan, memastikan implementasinya pada unit kerja terkait, serta mengevaluasi efektivitas sistem secara menyeluruh.
Dalam proses tersebut, auditor internal memiliki posisi yang strategis. Auditor perlu memiliki pemahaman yang memadai terhadap persyaratan SMAP sekaligus kompetensi audit agar mampu melakukan evaluasi secara objektif dan memberikan informasi yang relevan bagi manajemen.
Melalui penguatan kompetensi internal auditor, PT BPD Kaltim Kaltara diharapkan memiliki kemampuan internal yang semakin kuat untuk menjaga efektivitas SMAP, mengidentifikasi kesenjangan lebih dini, serta memastikan proses perbaikan berjalan secara konsisten setelah upgrading dilakukan.
Memahami SNI ISO 37001:2025 dari Perspektif Auditor
Pelaksanaan audit SMAP membutuhkan auditor yang tidak hanya memahami persyaratan standar, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan proses bisnis, risiko penyuapan, serta pengendalian yang diterapkan organisasi.
Melalui training ini, peserta memperkuat pemahaman mengenai elemen-elemen penting dalam SNI ISO 37001:2025 dan penerapannya dari perspektif auditor.
Audit perlu melihat bagaimana komitmen anti penyuapan diterjemahkan ke dalam sistem organisasi, bagaimana risiko penyuapan diidentifikasi dan dikendalikan, serta bagaimana berbagai mekanisme pengendalian diterapkan dalam aktivitas perusahaan.
Auditor juga perlu mampu mengevaluasi keterkaitan antara kepemimpinan, pengelolaan risiko penyuapan, kompetensi personel, due diligence, pengendalian keuangan dan nonkeuangan, pengelolaan pihak ketiga, mekanisme pelaporan, investigasi, tindakan koreksi, hingga proses peningkatan berkelanjutan.
Pemahaman yang terintegrasi tersebut diperlukan agar proses audit tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan klausul dan dokumentasi, tetapi mampu memberikan gambaran mengenai efektivitas sistem secara keseluruhan.
Penguatan Metode Audit Based on ISO 19011:2026
Selain memperkuat pemahaman terhadap SNI ISO 37001:2025, training juga membekali peserta mengenai pendekatan pelaksanaan audit berdasarkan ISO 19011:2026.
Peserta mempelajari proses audit secara sistematis mulai dari perencanaan program audit, penetapan tujuan, ruang lingkup dan kriteria audit, persiapan audit, penyusunan audit plan dan dokumen kerja, pelaksanaan audit, pengumpulan serta verifikasi bukti, hingga penyusunan temuan dan pelaporan hasil audit.
Pendekatan audit juga diarahkan agar semakin mempertimbangkan risiko dan karakteristik proses. Hal ini penting karena setiap proses dapat memiliki tingkat risiko yang berbeda sehingga auditor perlu menentukan fokus audit secara proporsional.
Dengan pendekatan tersebut, internal audit tidak hanya digunakan untuk mengevaluasi kepatuhan terhadap persyaratan, tetapi juga membantu organisasi melihat efektivitas pengendalian dan area yang membutuhkan perhatian lebih besar.
Training Dilengkapi Workshop dan Praktik Internal Audit
Pengembangan kompetensi auditor tidak cukup hanya melalui pemahaman teori. Oleh karena itu, Training Internal Auditor SMAP SNI ISO 37001:2025 Based on ISO 19011:2026 juga dilengkapi dengan workshop dan praktik audit untuk membantu peserta menerjemahkan materi yang diperoleh ke dalam proses audit yang lebih aplikatif.
Melalui workshop, peserta berlatih mempersiapkan audit, memahami proses yang akan dievaluasi, menentukan fokus audit, serta mengembangkan checklist dan pertanyaan audit sesuai dengan kriteria dan risiko pada proses yang diaudit.
Peserta juga memperkuat kemampuan dalam melakukan pengumpulan dan verifikasi bukti objektif sebagai dasar dalam mengambil kesimpulan audit. Tahapan ini menjadi penting karena kualitas hasil audit sangat dipengaruhi oleh kecukupan dan relevansi bukti yang diperoleh selama proses audit.
Workshop selanjutnya diarahkan pada proses evaluasi kondisi audit dan penyusunan temuan. Peserta dilatih untuk menghubungkan kondisi aktual, bukti objektif, dan kriteria audit sehingga temuan yang dihasilkan dapat disusun secara jelas, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kombinasi antara pemahaman standar, workshop, studi kasus, dan praktik audit diharapkan dapat meningkatkan kesiapan peserta ketika menjalankan internal audit secara langsung di lingkungan PT BPD Kaltim Kaltara.
Mendorong Internal Audit yang Berbasis Risiko dan Memberikan Nilai Tambah
Internal audit yang efektif tidak seharusnya hanya berorientasi pada checklist maupun pemeriksaan kelengkapan dokumen. Auditor perlu memahami proses, risiko yang melekat di dalamnya, pengendalian yang telah ditetapkan, serta bukti mengenai efektivitas pengendalian tersebut.
Pendekatan berbasis risiko membantu auditor menentukan prioritas terhadap area yang memiliki pengaruh lebih besar terhadap efektivitas Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
Dengan demikian, waktu dan sumber daya audit dapat digunakan secara lebih terarah untuk mengevaluasi area yang membutuhkan perhatian lebih tinggi.
Hasil audit selanjutnya dapat memberikan informasi yang lebih relevan bagi manajemen mengenai kondisi penerapan SMAP, efektivitas pengendalian, potensi kesenjangan, serta peluang peningkatan yang perlu ditindaklanjuti.
Internal audit pada akhirnya bukan sekadar aktivitas untuk memenuhi persyaratan sistem, tetapi menjadi salah satu instrumen organisasi dalam menjaga dan meningkatkan efektivitas pengendalian secara berkelanjutan.
Internal Audit sebagai Bagian dari Peningkatan Berkelanjutan SMAP
Nilai dari sebuah internal audit tidak berhenti ketika laporan audit selesai disusun. Hasil audit perlu menjadi dasar untuk melakukan evaluasi dan perbaikan sistem.
Ketidaksesuaian atau kelemahan yang ditemukan perlu dianalisis sehingga organisasi dapat memahami penyebabnya dan menentukan tindakan koreksi yang tepat. Tindak lanjut tersebut menjadi bagian penting untuk mencegah terulangnya permasalahan sekaligus meningkatkan efektivitas sistem.
Hasil audit juga dapat menjadi masukan bagi manajemen dalam mengevaluasi perubahan risiko penyuapan, efektivitas pengendalian, kebutuhan peningkatan kompetensi, serta berbagai area yang masih perlu diperkuat.
Melalui siklus audit, evaluasi, tindakan koreksi, dan peningkatan, organisasi dapat menjaga SMAP tetap relevan dengan perkembangan proses bisnis dan risiko yang dihadapi.
Memperkuat Budaya Integritas dan Tata Kelola PT BPD Kaltim Kaltara
Sebagai institusi perbankan, penguatan tata kelola, kepatuhan, dan integritas menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.
Implementasi SNI ISO 37001:2025 memberikan kerangka yang dapat digunakan organisasi untuk memperkuat pencegahan, pengendalian, serta respons terhadap risiko penyuapan. Namun, efektivitas sistem tetap sangat bergantung pada bagaimana persyaratan tersebut diterapkan dalam aktivitas organisasi sehari-hari.
Keberadaan auditor internal yang kompeten menjadi salah satu mekanisme untuk memastikan penerapan tersebut terus dievaluasi.
Melalui Training Internal Auditor ini, PT BPD Kaltim Kaltara memperkuat kemampuan internal organisasi dalam melaksanakan audit secara lebih sistematis, objektif, berbasis bukti, dan mempertimbangkan risiko.
Penguatan tersebut diharapkan dapat mendukung penerapan SMAP yang semakin matang sekaligus memperkuat budaya integritas dan tata kelola perusahaan secara berkelanjutan.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi manajemen, pelatihan, implementasi, dan pendampingan sertifikasi sistem manajemen, RMC melakukan pendampingan kepada PT BPD Kaltim Kaltara dalam rangkaian proses upgrading SNI ISO 37001:2016 menuju SNI ISO 37001:2025.
Pendampingan diarahkan agar proses upgrading tidak hanya menghasilkan penyesuaian terhadap sistem dan dokumentasi, tetapi juga memperkuat pemahaman, kompetensi, implementasi, serta mekanisme evaluasi internal organisasi.
Melalui penguatan kompetensi auditor, organisasi diharapkan semakin siap melakukan evaluasi terhadap implementasi SMAP secara mandiri, menemukan kesenjangan lebih dini, memastikan tindak lanjut berjalan efektif, serta menjaga keberlanjutan sistem setelah proses upgrading.
Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT BPD Kaltim Kaltara atas kepercayaan yang terus diberikan kepada RMC sebagai mitra dalam proses pendampingan dan upgrading Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
Semoga program ini semakin memperkuat kompetensi auditor internal dan efektivitas pelaksanaan audit, sekaligus mendukung implementasi SNI ISO 37001:2025 yang konsisten dalam memperkuat budaya integritas, kepatuhan, dan tata kelola di lingkungan PT BPD Kaltim Kaltara.
Bagi RMC, proses upgrading bukan sekadar perubahan versi standar. Yang lebih penting adalah memastikan perubahan dipahami, sistem diterapkan secara konsisten, efektivitasnya dievaluasi, dan hasilnya memberikan dampak nyata bagi organisasi.
MASIH BANYAK RUANG DAN WAKTU UNTUK MELAKUKAN IMPROVEMENT.
RMC – Delivering Real Solutions, Creating Sustainable Impact.
Untuk informasi lebih lanjut tentang program konsultasi dan pelatihan lain dari RMC, silahkan hubungi kami di 0811-1439-980 atau marketing@ratama.co.id









