ISO 45001:2027 menjadi salah satu perkembangan penting yang perlu diperhatikan perusahaan yang menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Revisi terhadap ISO 45001:2018 saat ini telah mencapai tahap Draft International Standard (DIS) dan membawa sejumlah perubahan yang diusulkan, mulai dari kesehatan kerja, kesejahteraan pekerja, identifikasi bahaya, keberagaman tenaga kerja, hingga cara kerja modern.
Lalu, apa saja perubahan ISO 45001:2027 yang sedang diusulkan? Bagaimana status revisinya saat ini, dan apa yang perlu dipersiapkan perusahaan?
Apa Itu ISO 45001:2027?
ISO 45001 merupakan standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (OH&S management system). Standar ini membantu organisasi mengelola risiko K3 secara sistematis, mencegah cedera dan gangguan kesehatan akibat pekerjaan, serta meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja secara berkelanjutan.
ISO 45001:2018 merupakan edisi yang saat ini berlaku. Standar tersebut telah ditinjau dan dikonfirmasi pada 2024 sehingga masih berstatus current. Namun, ISO juga sedang mengembangkan edisi berikutnya melalui ISO/DIS 45001, yang nantinya akan menggantikan ISO 45001:2018.
Karena versi terbaru masih berada dalam proses pengembangan, istilah “ISO 45001:2027” dalam artikel ini merujuk pada revisi yang sedang dikembangkan dan bukan standar final yang telah diterbitkan.
Status Revisi ISO 45001:2027 Saat Ini
Revisi ISO 45001 merupakan revisi pertama sejak standar tersebut diterbitkan pada 2018. Proses revisinya dimulai pada 2024 dan kemudian melalui tahap Working Draft, Committee Draft (CD), hingga Draft International Standard (DIS).
Berdasarkan data resmi ISO, ISO/DIS 45001 saat ini berada pada tahap 40.60 — Close of Voting. Tahap voting DIS dimulai pada 16 Juni 2026 dan ditutup pada 9 September 2026.
Berikut gambaran tahapan revisinya:
| Tahap | Tanggal | Status |
|---|---|---|
| Keputusan revisi | 31 Mei 2024 | Selesai |
| New Project Registered | 27 Juni 2025 | Selesai |
| Committee Draft (CD) | 21 Juli 2025 | Selesai |
| CD Consultation | 22 Juli 2025 | Selesai |
| Close of Comment Period | 20 September 2025 | Selesai |
| CD Approved for DIS | 14 April 2026 | Selesai |
| DIS Registered | 17 April 2026 | Selesai |
| DIS Ballot | 16 Juni 2026 | Selesai |
| Close of Voting | 9 September 2026 | Tahap terbaru |
| FDIS | Belum dimulai | Menunggu proses selanjutnya |
| Publikasi standar final | Ditargetkan 2027 | Belum diterbitkan |
Tahapan tersebut berdasarkan life cycle resmi ISO untuk ISO/DIS 45001. Setelah close of voting, terdapat beberapa kemungkinan tahapan lanjutan, termasuk pengembalian dokumen ke komite teknis atau persetujuan DIS untuk didaftarkan sebagai Final Draft International Standard (FDIS).
Dengan demikian, ISO 45001:2027 belum menjadi standar final. Perubahan yang dibahas saat ini masih berasal dari DIS dan masih dapat mengalami penyesuaian sebelum proses finalisasi.
Mengapa ISO 45001 Direvisi?
Dunia kerja terus mengalami perubahan. Teknologi baru, pola kerja jarak jauh, keberagaman tenaga kerja, risiko psikososial, serta meningkatnya perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan pekerja membuat organisasi menghadapi tantangan K3 yang semakin beragam.
Revisi ISO 45001 diarahkan agar standar tetap relevan dengan perkembangan tersebut.
Menurut DNV, revisi ini secara keseluruhan dapat dikategorikan sebagai perubahan yang moderat, tetapi cukup penting. Fokusnya antara lain mencakup work-related well-being, keberagaman tenaga kerja, kepemimpinan, cara kerja modern, kesehatan kerja, return to work, serta pengelolaan pihak eksternal.
Perubahan yang Diusulkan dalam ISO/DIS 45001
Revisi ISO/DIS 45001 membawa sejumlah perubahan dan penyesuaian pada sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Beberapa perubahan utama mencakup aspek kesejahteraan pekerja, keberagaman, identifikasi bahaya, kesehatan kerja, hingga pengelolaan pihak eksternal.
Berikut ringkasan perubahan yang diusulkan:
| No. | Klausul/Area | Perubahan yang Diusulkan |
|---|---|---|
| 1 | Work-related well-being | Meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan pekerja yang berkaitan dengan pekerjaan. |
| 2 | Diversity of workers | Memperluas pertimbangan terhadap keberagaman dan karakteristik pekerja dalam penerapan sistem K3. |
| 3 | Klausul 4 – Context of the Organization | Memperkuat pertimbangan isu internal dan eksternal, termasuk relevansi perubahan iklim. |
| 4 | Klausul 6.1.2.1 – Hazard Identification | Memperluas identifikasi bahaya, termasuk teknologi baru, pekerjaan jarak jauh, aktivitas berbasis platform digital, risiko psikososial, kesehatan kerja, dan perubahan iklim. |
| 5 | Klausul 6.1.2.2 – Assessment of OH&S Risks | Memperjelas kebutuhan terkait dokumentasi hasil penilaian risiko K3. |
| 6 | Klausul 6.3 – Planning of Changes | Menambahkan klausul khusus mengenai perencanaan dan pengelolaan perubahan. |
| 7 | Klausul 7.3 – Awareness | Memperluas aspek keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu dipahami oleh pekerja. |
| 8 | Klausul 8.1.3 – Occupational Health | Menambahkan klausul baru yang berfokus pada perlindungan kesehatan pekerja. |
| 9 | Klausul 8.1.4 – Return to Work | Menambahkan klausul baru terkait proses pekerja kembali bekerja setelah cedera atau gangguan kesehatan. |
| 10 | Klausul 8.1.6 – Externally Provided Processes, Products and Services | Mengubah struktur pengendalian proses, produk, dan layanan yang disediakan pihak eksternal. |
| 11 | Klausul 10.1 – Continual Improvement | Mengonsolidasikan bagian peningkatan berkelanjutan dalam struktur klausul yang diperbarui. |
Apa yang Perlu Dipersiapkan Perusahaan?
Meskipun ISO 45001:2027 belum diterbitkan sebagai standar final, perusahaan tidak harus menunggu sampai standar baru resmi diterbitkan untuk mulai melakukan evaluasi.
Tahap revisi dapat dimanfaatkan untuk melihat apakah sistem manajemen K3 yang sudah berjalan masih sesuai dengan perkembangan organisasi.
1. Lakukan Gap Analysis
Bandingkan sistem manajemen K3 yang saat ini diterapkan dengan arah perubahan yang terdapat dalam ISO/DIS 45001.
Fokuskan review pada area yang berpotensi mengalami perubahan, seperti identifikasi bahaya, kesehatan kerja, risiko psikososial, pengelolaan perubahan, keberagaman pekerja, dan pihak eksternal.
2. Tinjau Kembali Identifikasi Bahaya
Evaluasi apakah proses identifikasi bahaya perusahaan sudah mencakup cara kerja yang saat ini benar-benar dilakukan.
Pertimbangkan penggunaan teknologi baru, pekerjaan jarak jauh, aktivitas digital, risiko psikososial, kesehatan kerja, serta potensi dampak perubahan iklim yang relevan dengan aktivitas organisasi.
3. Perkuat Peran Manajemen
Pastikan pimpinan tidak hanya menyetujui kebijakan K3, tetapi juga dapat menunjukkan bagaimana kepemimpinan dan pengambilan keputusan mereka berkontribusi terhadap kinerja K3.
Peningkatan perhatian terhadap leadership accountability dan budaya keselamatan adalah salah satu arah penting revisi.
4. Evaluasi Kesehatan dan Kesejahteraan Pekerja
Perusahaan dapat mulai meninjau bagaimana aspek kesehatan kerja dan kesejahteraan pekerja saat ini dikelola.
Termasuk di dalamnya bagaimana organisasi menangani pekerja yang mengalami gangguan kesehatan, proses kembali bekerja, serta faktor psikososial yang relevan.
5. Tinjau Pengelolaan Kontraktor dan Pihak Eksternal
Periksa kembali proses pemilihan, komunikasi, koordinasi, dan pengendalian risiko K3 yang berkaitan dengan pihak eksternal.
6. Siapkan Rencana Transisi
Setelah standar final diterbitkan, organisasi dapat menentukan langkah transisi berdasarkan persyaratan dan aturan transisi resmi yang nantinya ditetapkan.
Saat ini, aturan transisi ISO 45001:2027 belum final. DNV menyebut kemungkinan periode transisi tiga tahun, tetapi hal tersebut belum merupakan ketentuan resmi.
Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak mengambil keputusan transisi hanya berdasarkan perkiraan periode tersebut.
Apakah Perusahaan Harus Mengubah Sistem ISO 45001 Sekarang?
Belum perlu melakukan perubahan besar hanya karena ISO 45001:2027 sedang direvisi.
ISO 45001:2018 masih merupakan standar yang berlaku dan telah dikonfirmasi oleh ISO pada 2024.
Namun, perusahaan dapat mulai melakukan review, gap analysis, edukasi internal, dan pemetaan dampak perubahan sebagai persiapan.
BSI juga menyarankan organisasi untuk mulai meninjau sistem yang ada pada tahap DIS, tetapi menekankan bahwa perubahan pada tahap ini masih bersifat potensial dan bukan alasan untuk terburu-buru melakukan perubahan besar.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mempersiapkan diri tanpa mengambil risiko melakukan perubahan berdasarkan persyaratan yang masih dapat berubah.
Kesimpulan
ISO 45001:2027 membawa sejumlah perubahan yang diusulkan untuk menyesuaikan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan perkembangan dunia kerja.
Beberapa area yang menjadi perhatian antara lain work-related well-being, keberagaman pekerja, kesehatan kerja, risiko psikososial, teknologi baru, remote working, perubahan iklim, pengelolaan perubahan, return to work, dan pengendalian pihak eksternal.
Namun, penting untuk diingat bahwa ISO 45001:2027 belum menjadi standar final. Per 14 September 2026, ISO/DIS 45001 berada pada tahap Close of Voting (40.60) setelah voting DIS ditutup pada 9 September 2026. Tahap berikutnya masih menunggu hasil proses setelah voting sebelum dokumen dapat bergerak menuju FDIS.
Bagi perusahaan yang saat ini menerapkan ISO 45001:2018, langkah terbaik bukanlah menunggu sampai standar baru diterbitkan, tetapi mulai memahami arah perubahan, melakukan gap analysis, mengevaluasi sistem K3, dan menyiapkan rencana transisi.
Dengan persiapan lebih awal, organisasi akan memiliki waktu yang lebih baik untuk menyesuaikan sistem manajemen K3 ketika standar final ISO 45001 edisi berikutnya diterbitkan.
MASIH BANYAK RUANG DAN WAKTU UNTUK MELAKUKAN IMPROVEMENT.
RMC – Delivering Real Solutions, Creating Sustainable Impact.
Untuk informasi lebih lanjut tentang program konsultasi dan pelatihan lain dari RMC, silahkan hubungi kami di 0811-1439-980 atau marketing@ratama.co.id
