Keselamatan kerja tidak hanya dibangun melalui prosedur dan aturan tertulis, tetapi melalui perilaku sehari-hari setiap individu di tempat kerja. Budaya keselamatan yang kuat lahir dari kesadaran, kepedulian, dan konsistensi dalam bertindak aman. Berangkat dari pemahaman tersebut, pada 16 Februari 2026 diselenggarakan Capacity Building Training – Awareness Behaviour-Based Safety (BBS) di Timor Gap E.P. sebagai bagian dari penguatan sistem manajemen yang telah dibangun melalui rangkaian pelatihan sebelumnya.
Pelatihan ini menjadi lanjutan dari program Capacity Building minggu lalu, yang telah membahas manajemen risiko, penguatan strategi dan KPI, serta green business continuity management. Sesi Awareness Behaviour-Based Safety melengkapi fondasi tersebut dengan fokus pada dimensi perilaku manusia sebagai faktor kunci dalam pencegahan kecelakaan kerja dan peningkatan kinerja keselamatan.
Dalam lingkungan industri yang dinamis dan berisiko tinggi, sistem keselamatan kerja tidak cukup hanya bergantung pada regulasi dan pengawasan. Behaviour-Based Safety (BBS) menekankan bahwa sebagian besar insiden berakar pada unsafe behavior, sehingga perubahan pola pikir dan kebiasaan menjadi elemen krusial dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai konsep dasar Behaviour-Based Safety, termasuk teknik observasi perilaku, pendekatan komunikasi yang konstruktif, serta strategi membangun budaya saling mengingatkan secara positif. Pendekatan BBS difokuskan pada pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan, bukan pada pendekatan menyalahkan individu.
Tidak hanya berupa pemaparan materi, pelatihan ini juga menghadirkan workshop penerapan ABC Model (Antecedent – Behavior – Consequence). Dalam sesi ini, peserta diajak menganalisis faktor pemicu suatu perilaku, memahami konsekuensi yang ditimbulkan, serta merancang intervensi yang tepat untuk mendorong perilaku aman. Pendekatan praktis ini membantu peserta mengaitkan teori dengan situasi nyata di lingkungan kerja.
Sebagai bagian dari metode pembelajaran interaktif, kegiatan juga dilengkapi dengan Online Quiz Competition, yang dirancang untuk menguji pemahaman peserta secara langsung sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis dan partisipatif. Kuis ini menjadi sarana evaluasi yang efektif sekaligus memperkuat retensi materi.
Pelaksanaan Awareness Behaviour-Based Safety ini semakin menegaskan bahwa capacity building bukan hanya tentang peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga tentang pembentukan budaya kerja yang disiplin dan bertanggung jawab. Dengan mengintegrasikan aspek risiko, strategi, keberlangsungan usaha, dan keselamatan berbasis perilaku, organisasi menunjukkan komitmen dalam membangun sistem manajemen yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pendekatan Behaviour-Based Safety dapat diimplementasikan secara konsisten dalam aktivitas operasional sehari-hari, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan resilien di masa mendatang.
MASIH BANYAK RUANG DAN WAKTU UNTUK MELAKUKAN IMPROVEMENT.
RMC – Delivering Real Solutions, Creating Sustainable Impact.
Untuk informasi lebih lanjut tentang program konsultasi dan pelatihan lain dari RMC, silahkan hubungi kami di 0811-1439-980 atau marketing@ratama.co.id






![[Capacity Building Training] Awareness Behaviour-Based Safety (BBS) di Timor Gap E.P.](https://ratama.co.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-20-at-07.51.47-1.jpeg)