Perencanaan bisnis yang baik belum tentu menghasilkan kinerja yang optimal apabila strategi tidak diterjemahkan hingga ke level pelaksanaan. Organisasi dapat memiliki visi, sasaran strategis, RKAP, program kerja, dan target yang lengkap, namun tantangan sebenarnya muncul ketika seluruh rencana tersebut harus dihubungkan dengan tanggung jawab setiap unit kerja dan diukur melalui indikator kinerja yang objektif.
Di sinilah Key Performance Indicator (KPI) memiliki peran strategis. KPI bukan sekadar angka yang digunakan pada saat evaluasi kinerja, tetapi merupakan instrumen manajemen untuk memastikan bahwa setiap bagian organisasi memahami apa yang harus dicapai, bagaimana pencapaiannya diukur, siapa yang bertanggung jawab, serta tindakan apa yang harus dilakukan ketika kinerja belum sesuai target.
Sebagai kelanjutan dari Kick Off Project Pengembangan & Penerapan KPI yang telah dilaksanakan pada 21 Agustus 2026, Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani menyelenggarakan Training Awareness & Workshop Penyusunan dan Penerapan Key Performance Indicator (KPI) pada 14–15 September 2026.
Training ini dibuka langsung oleh Bapak Bambang Supratomo, S.IP., M.M. – Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani.
Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses pengembangan sistem manajemen kinerja perusahaan, khususnya untuk membangun pemahaman yang sama sekaligus meningkatkan kemampuan organisasi dalam menyusun KPI yang relevan, terukur, dan memiliki keterkaitan langsung dengan sasaran strategis perusahaan.
Salah satu tantangan dalam pengelolaan kinerja adalah adanya kesenjangan antara strategi pada level perusahaan dengan aktivitas yang dilakukan pada level unit kerja. Strategi perusahaan harus dapat diterjemahkan melalui proses cascading menjadi sasaran dan KPI pada level yang lebih operasional. Dengan demikian, KPI korporat tidak berdiri sendiri, tetapi memiliki hubungan yang jelas dengan KPI unit kerja hingga kontribusi setiap pemegang jabatan.
Melalui Training Awareness KPI, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar sistem manajemen kinerja, hubungan antara strategi dengan KPI, prinsip penyusunan indikator yang efektif, hingga bagaimana KPI digunakan sebagai instrumen untuk melakukan monitoring dan evaluasi pencapaian organisasi.
Pemahaman ini menjadi penting agar setiap unit kerja tidak sekadar menyusun sebanyak mungkin indikator. Organisasi perlu menentukan indikator yang benar-benar kritikal terhadap keberhasilan pencapaian sasaran. Dengan pendekatan tersebut, setiap KPI dapat menjawab pertanyaan mendasar: apa yang ingin dicapai, bagaimana keberhasilan diukur, berapa targetnya, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana hasil pengukurannya digunakan untuk meningkatkan kinerja?
Setelah memperoleh pemahaman melalui sesi awareness, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Penyusunan dan Penerapan KPI. Pada tahap ini, peserta diarahkan untuk menerjemahkan konsep yang telah dipahami ke dalam penyusunan indikator kinerja yang lebih aplikatif sesuai dengan karakteristik proses dan tanggung jawab masing-masing unit kerja.
Proses penyusunan KPI perlu memperhatikan keterkaitan antara sasaran strategis, proses bisnis, indikator kinerja, formula pengukuran, target, sumber data, frekuensi monitoring, serta PIC yang bertanggung jawab. Workshop juga menjadi ruang penting untuk mendiskusikan apakah indikator yang selama ini digunakan benar-benar menggambarkan keberhasilan suatu proses atau hanya mengukur aktivitas.
Perbedaannya sangat penting. Sebuah unit kerja dapat menyelesaikan banyak aktivitas, tetapi belum tentu aktivitas tersebut menghasilkan outcome yang mendukung pencapaian strategi perusahaan. Karena itu, KPI perlu diarahkan pada indikator yang mampu menunjukkan hasil dan dampak, bukan sekadar jumlah kegiatan yang telah dilaksanakan.
KPI Harus Menjadi Sistem Monitoring, Bukan Hanya Target Tahunan
Penerapan KPI tidak berhenti setelah indikator dan target berhasil ditetapkan. Organisasi membutuhkan mekanisme monitoring yang dilakukan secara konsisten agar manajemen dapat mengetahui perkembangan pencapaian kinerja sejak dini.
Ketika realisasi berada di bawah target, evaluasi tidak cukup hanya menyatakan bahwa KPI “tidak tercapai”. Organisasi perlu memahami penyebab kegagalan pencapaian target, melakukan analisis terhadap akar permasalahan, menentukan tindakan yang harus dilakukan, menetapkan PIC, serta menentukan target dan waktu penyelesaian tindakan perbaikan.
Dengan mekanisme tersebut, KPI berkembang dari sekadar performance measurement menjadi bagian dari performance management.
Data kinerja tidak hanya digunakan untuk memberikan nilai, tetapi menjadi dasar bagi manajemen dalam mengambil keputusan, menetapkan prioritas, menyelesaikan permasalahan, dan mengarahkan sumber daya pada area yang paling membutuhkan perhatian.
Membangun Budaya Kinerja di Perumda Air Minum
Bagi perusahaan air minum, sistem KPI memiliki peran yang semakin strategis karena pencapaian organisasi tidak hanya berkaitan dengan kinerja finansial. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab terhadap kualitas dan kontinuitas pelayanan, pelanggan, efektivitas operasional, pengembangan SDM, pengelolaan sumber daya, serta keberlanjutan perusahaan.
Karena itu, sistem pengukuran kinerja perlu mampu memberikan gambaran organisasi secara menyeluruh. Ketika setiap unit memahami KPI yang menjadi tanggung jawabnya dan mengetahui keterkaitannya dengan sasaran perusahaan, akan terbentuk line of sight yang semakin jelas antara pekerjaan sehari-hari dengan tujuan organisasi. Pada akhirnya, sistem KPI yang efektif akan membantu organisasi membangun budaya kerja yang lebih objektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
RMC mendampingi rangkaian Project Pengembangan & Penerapan KPI di Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani secara bertahap. Setelah dimulai melalui Kick Off Project pada 21 Agustus 2026, pelaksanaan Training Awareness & Workshop pada 14–15 September 2026 menjadi tahapan berikutnya untuk memperkuat pemahaman sekaligus membangun keterlibatan unit kerja dalam penyusunan sistem pengukuran kinerja.
Pendampingan diarahkan agar sistem KPI yang dikembangkan tidak berhenti menjadi dokumen administratif, tetapi mampu menghubungkan strategi, sasaran, proses bisnis, indikator, target, monitoring, evaluasi, tindakan perbaikan, hingga management review dalam satu siklus manajemen kinerja yang terintegrasi.
Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani atas kepercayaan yang terus diberikan kepada RMC sebagai mitra dalam Project Pengembangan & Penerapan Key Performance Indicator (KPI).
Semoga rangkaian program ini mampu membangun sistem pengelolaan kinerja yang semakin kuat, meningkatkan akuntabilitas setiap unit kerja, mendukung pengambilan keputusan berbasis data, serta mendorong peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Bagi RMC, KPI bukan tentang seberapa banyak indikator yang berhasil dibuat. KPI harus mampu menerjemahkan strategi menjadi tindakan, tindakan menjadi hasil, dan hasil menjadi dasar untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
MASIH BANYAK RUANG DAN WAKTU UNTUK MELAKUKAN IMPROVEMENT.
RMC – Delivering Real Solutions, Creating Sustainable Impact.
Untuk informasi lebih lanjut tentang program konsultasi dan pelatihan lain dari RMC, silahkan hubungi kami di 0811-1439-980 atau marketing@ratama.co.id