Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi, kepatuhan, dan tata kelola perusahaan yang baik, organisasi tidak lagi cukup hanya memiliki Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Sistem yang telah diterapkan harus terus diperkuat agar mampu beradaptasi dengan dinamika risiko, perkembangan regulasi, serta praktik terbaik internasional. Kepercayaan regulator, nasabah, mitra bisnis, dan seluruh pemangku kepentingan dibangun melalui sistem yang mampu mencegah, mendeteksi, dan mengendalikan risiko penyuapan secara efektif dan berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut, PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim Kaltara memulai program Pendampingan Upgrading Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dari SNI ISO 37001:2016 menuju SNI ISO 37001:2025 melalui penyelenggaraan Kick Off, Training & Workshop SMAP SNI ISO 37001:2025. Program ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan organisasi dalam melakukan transisi menuju standar terbaru, khususnya pada empat unit kerja yang menjadi lingkup implementasi.
RMC menghadirkan pendekatan implementasi yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan standar, tetapi juga memastikan bahwa setiap perubahan yang dilakukan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan tata kelola, pengendalian risiko, dan budaya integritas di lingkungan organisasi.
Kegiatan diawali dengan Kick Off Project sebagai momentum resmi dimulainya program pendampingan upgrading SNI ISO 37001:2025. Tahapan ini menjadi sarana penyelarasan tujuan, ruang lingkup pekerjaan, strategi implementasi, serta pembagian peran dan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat. Kick Off juga menjadi bentuk komitmen bersama bahwa proses upgrading tidak hanya berfokus pada perubahan dokumen, tetapi diarahkan untuk meningkatkan efektivitas penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan secara menyeluruh.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Training Awareness SNI ISO 37001:2025, yang bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai perubahan dan penguatan persyaratan dibandingkan dengan SNI ISO 37001:2016. Peserta memperoleh wawasan mengenai penguatan pendekatan berbasis risiko (risk-based approach), peningkatan peran kepemimpinan, integrasi SMAP dengan proses bisnis, penguatan budaya integritas, efektivitas pengendalian anti penyuapan, hingga pentingnya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam menjaga efektivitas sistem.
Pelatihan ini menegaskan bahwa pembaruan menuju SNI ISO 37001:2025 bukan sekadar perubahan nomor versi, melainkan merupakan penyempurnaan sistem agar lebih relevan terhadap tantangan organisasi saat ini. Melalui penerapan standar terbaru, organisasi diharapkan mampu membangun sistem pengendalian yang lebih adaptif, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta meningkatkan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.
Selain sesi awareness, kegiatan juga dilanjutkan dengan Workshop Implementasi SMAP SNI ISO 37001:2025 yang dirancang secara aplikatif. Dalam workshop ini, peserta bersama tim pendamping melakukan identifikasi kesenjangan (gap analysis) antara sistem yang telah diterapkan berdasarkan ISO 37001:2016 dengan persyaratan terbaru ISO 37001:2025. Selanjutnya dilakukan pembahasan strategi penyesuaian sistem, penyelarasan dokumen, identifikasi risiko penyuapan, serta penyusunan rencana implementasi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing unit kerja.
Pendekatan workshop memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendiskusikan tantangan nyata yang dihadapi organisasi serta menyusun solusi implementasi yang praktis dan dapat diterapkan secara langsung. Dengan demikian, proses upgrading tidak hanya menghasilkan dokumen yang sesuai standar, tetapi juga membangun pemahaman dan komitmen seluruh personel dalam menerapkan budaya anti penyuapan secara konsisten.
Dalam sektor perbankan, implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan memiliki nilai strategis karena mendukung penguatan Good Corporate Governance (GCG), meningkatkan efektivitas pengendalian internal, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta menjaga reputasi dan kepercayaan publik terhadap institusi keuangan. Oleh karena itu, proses upgrading menuju SNI ISO 37001:2025 menjadi bagian penting dalam memastikan sistem yang dimiliki tetap relevan dan mampu menjawab tantangan bisnis yang terus berkembang.
Melalui penyelenggaraan Kick Off, Training & Workshop Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2025, PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim Kaltara menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat budaya integritas, meningkatkan efektivitas sistem manajemen, serta memastikan proses transisi menuju standar terbaru berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim Kaltara atas kepercayaan yang telah diberikan kepada PT Ratama Mitra Kualitas (RMC) sebagai mitra dalam program pendampingan upgrading SNI ISO 37001:2025. Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan menjadi langkah strategis dalam membangun organisasi yang semakin transparan, profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tuntutan tata kelola perusahaan di masa depan.
MASIH BANYAK RUANG DAN WAKTU UNTUK MELAKUKAN IMPROVEMENT.
RMC – Delivering Real Solutions, Creating Sustainable Impact.
Untuk informasi lebih lanjut tentang program konsultasi dan pelatihan lain dari RMC, silahkan hubungi kami di 0811-1439-980 atau marketing@ratama.co.id






