ISO 19011:2026 resmi hadir sebagai pembaruan panduan audit sistem manajemen, menggantikan ISO 19011:2018. Perubahan ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk meningkatkan kompetensi auditor internal dan menyesuaikan pendekatan audit dengan perkembangan risiko, teknologi, serta kebutuhan sistem manajemen modern.
Merespons perkembangan standar tersebut, RMC Â menyelenggarakan Public Training Internal Auditor Management System Based on ISO 19011:2026 pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertempat di Best Western Premier The Hive Hotel, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen RMC dalam membantu organisasi memahami perkembangan panduan audit terbaru sekaligus memperkuat kompetensi auditor internal agar mampu melaksanakan audit secara lebih sistematis, objektif, berbasis risiko, dan memberikan nilai tambah bagi organisasi.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan penguatan pemahaman mengenai prinsip audit, pengelolaan program audit, teknik pelaksanaan audit, pengumpulan bukti objektif, penyusunan temuan, serta evaluasi efektivitas sistem manajemen berdasarkan panduan ISO 19011:2026.
ISO 19011:2026 Resmi Menggantikan ISO 19011:2018
Selama delapan tahun, ISO 19011:2018 menjadi acuan internasional dalam pelaksanaan audit sistem manajemen. Panduan tersebut digunakan oleh berbagai organisasi untuk merencanakan, melaksanakan, mengelola, dan mengevaluasi kegiatan audit internal maupun audit sistem manajemen lainnya.
Dengan hadirnya ISO 19011:2026, organisasi kini memiliki panduan terbaru yang lebih relevan dengan perkembangan lingkungan bisnis, transformasi digital, serta kompleksitas risiko yang dihadapi.
Pembaruan ini memberikan perhatian terhadap berbagai aspek penting, antara lain:
- Risk-Based Auditing, yaitu pendekatan audit dengan mempertimbangkan risiko dan peluang yang relevan.
- Remote dan Hybrid Audit, yaitu pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelaksanaan audit secara jarak jauh maupun kombinasi dengan audit langsung.
- Digital Audit Evidence, yaitu pengelolaan dan evaluasi bukti audit dalam bentuk digital.
- Auditor Competence, yaitu penguatan kompetensi auditor dalam menghadapi perubahan proses, teknologi, dan karakteristik organisasi.
- Audit Effectiveness, yaitu peningkatan kemampuan audit dalam memberikan informasi yang relevan bagi pengambilan keputusan dan perbaikan sistem manajemen.
Perubahan panduan tersebut perlu dipahami oleh organisasi agar pelaksanaan audit internal tetap relevan, efektif, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan.
Perlu dipahami bahwa ISO 19011:2026 merupakan panduan audit, bukan standar sertifikasi bagi auditor atau sistem manajemen. Penerapannya membantu organisasi mengembangkan metode audit yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik proses bisnis.
Mengapa Auditor Internal Perlu Memahami ISO 19011:2026?
Perkembangan standar dan teknologi membuat proses audit semakin dinamis. Auditor internal tidak cukup hanya memahami klausul standar atau memeriksa kelengkapan dokumen. Auditor juga perlu mampu mengevaluasi efektivitas proses, memahami risiko, menilai keandalan bukti, serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi manajemen.
Dengan memahami ISO 19011:2026, auditor diharapkan mampu meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan audit, termasuk dalam menentukan prioritas audit berdasarkan tingkat risiko.
Selain itu, auditor perlu memahami bagaimana perkembangan teknologi memengaruhi metode pengumpulan dan evaluasi bukti audit.
Audit internal yang efektif bukan hanya tentang menemukan ketidaksesuaian, tetapi juga tentang mengevaluasi apakah sistem manajemen telah berjalan sesuai tujuan dan memberikan nilai tambah bagi organisasi.
Risk-Based Auditing: Audit Berfokus pada Risiko dan Efektivitas Proses
Salah satu pendekatan penting dalam pelaksanaan audit sistem manajemen adalah Risk-Based Auditing. Melalui pendekatan ini, auditor perlu mempertimbangkan risiko yang berkaitan dengan proses organisasi maupun pelaksanaan kegiatan audit.
Auditor tidak hanya memeriksa pemenuhan persyaratan, tetapi juga mengevaluasi apakah pengendalian yang diterapkan telah memadai untuk menangani risiko yang relevan.
Sebagai contoh, proses yang memiliki risiko tinggi terhadap kualitas, keselamatan, lingkungan, keamanan informasi, maupun kepatuhan dapat membutuhkan perhatian audit yang lebih mendalam.
Pendekatan ini membantu organisasi memanfaatkan sumber daya audit secara lebih efektif dan menghasilkan informasi yang lebih relevan bagi manajemen.
Audit Evidence dan Tantangan Digitalisasi
Transformasi digital turut memengaruhi cara organisasi mengelola informasi dan menjalankan proses bisnis. Bukti audit tidak lagi selalu tersedia dalam bentuk dokumen fisik, tetapi juga dapat berupa rekaman sistem informasi, data aplikasi, laporan elektronik, maupun informasi digital lainnya.
Auditor perlu memastikan bahwa bukti yang digunakan relevan, dapat diverifikasi, dan memadai untuk mendukung temuan serta kesimpulan audit. Selain itu, auditor juga perlu mempertimbangkan aspek kerahasiaan, keamanan informasi, dan keandalan data.
Dengan kompetensi tersebut, auditor dapat menjaga kualitas hasil audit meskipun metode dan media pengumpulan bukti terus berkembang.
Remote dan Hybrid Audit dalam Pelaksanaan Audit Modern
Perkembangan teknologi memungkinkan organisasi melaksanakan sebagian aktivitas audit secara jarak jauh atau melalui kombinasi audit langsung dan virtual. Pendekatan Remote Audit dan Hybrid Audit dapat memberikan fleksibilitas, khususnya bagi organisasi dengan lokasi operasional yang tersebar.
Namun, pemilihan metode audit harus mempertimbangkan tujuan, ruang lingkup, karakteristik proses, tingkat risiko, serta kecukupan bukti yang dapat diperoleh.
Pemanfaatan teknologi tidak boleh mengurangi objektivitas maupun keandalan hasil audit. Karena itu, auditor perlu memahami kapan metode jarak jauh dapat digunakan secara efektif dan kapan verifikasi langsung tetap diperlukan.
Kompetensi Auditor Menjadi Faktor Penentu Kualitas Audit
Keberhasilan audit internal sangat dipengaruhi oleh kompetensi auditor. Selain memahami persyaratan standar, auditor perlu memiliki kemampuan komunikasi, observasi, wawancara, analisis proses, evaluasi bukti, dan penyusunan temuan secara objektif.
Auditor juga harus mampu menjaga integritas, independensi, kerahasiaan, serta profesionalisme selama pelaksanaan audit.
\Melalui Public Training ini, RMC mendorong peningkatan kompetensi auditor agar mampu menjalankan audit internal yang tidak hanya memenuhi kebutuhan organisasi, tetapi juga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas sistem manajemen.
Sebagai panduan audit sistem manajemen, ISO 19011:2026 dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan audit berbagai standar, antara lain:
- ISO 9001 – Sistem Manajemen Mutu
- ISO 14001 – Sistem Manajemen Lingkungan
- ISO 45001 – Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
- ISO 37001 – Sistem Manajemen Anti Penyuapan
- ISO/IEC 27001 – Sistem Manajemen Keamanan Informasi
- Sistem manajemen lainnya yang relevan.
Dengan demikian, kompetensi audit berdasarkan ISO 19011:2026 memiliki manfaat bagi organisasi yang menerapkan satu maupun beberapa sistem manajemen secara terintegrasi.
Pelaksanaan Public Training Internal Auditor Management System Based on ISO 19011:2026 menjadi bagian dari komitmen RMC dalam mendukung peningkatan kualitas audit internal di berbagai organisasi.
Melalui pendekatan pembelajaran yang aplikatif, peserta diarahkan untuk memahami bagaimana audit direncanakan, dilaksanakan, dilaporkan, dan ditindaklanjuti secara sistematis. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan kemampuan audit yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan organisasi.
RMC juga menyediakan program In House Training, Workshop, Consulting, dan pendampingan Internal Audit Based on ISO 19011:2026, yang dapat disesuaikan dengan karakteristik proses bisnis serta sistem manajemen yang diterapkan.
Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta Public Training Internal Auditor Management System Based on ISO 19011:2026 yang telah mengikuti rangkaian kegiatan training ini.
Kami berharap pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh dapat mendukung peningkatan efektivitas pelaksanaan audit internal serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan sistem manajemen di organisasi masing-masing.
Dengan hadirnya ISO 19011:2026 sebagai pengganti ISO 19011:2018, organisasi memiliki momentum untuk mengevaluasi dan meningkatkan pendekatan audit internal agar semakin relevan dengan perkembangan risiko, teknologi, dan kebutuhan bisnis.
ISO 19011:2026 telah hadir. Saatnya meningkatkan kompetensi auditor dan menjadikan audit internal bukan sekadar rutinitas, tetapi instrumen strategis untuk memberikan nilai tambah bagi organisasi.
MASIH BANYAK RUANG DAN WAKTU UNTUK MELAKUKAN IMPROVEMENT.
RMC – Delivering Real Solutions, Creating Sustainable Impact.
Untuk informasi lebih lanjut tentang program konsultasi dan pelatihan lain dari RMC, silahkan hubungi kami di 0811-1439-980 atau marketing@ratama.co.id








