Penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan, prosedur, dan pengendalian yang terdokumentasi. Organisasi juga perlu memastikan seluruh mekanisme tersebut diterapkan secara konsisten, dievaluasi efektivitasnya, serta terus ditingkatkan sesuai dengan perkembangan risiko dan kebutuhan organisasi.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, PT Bank NTB Syariah menyelenggarakan Training & Workshop Internal Auditor Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2025 Based on ISO 19011:2026 pada 16–17 September 2026.
Kegiatan dibuka oleh Bapak Ferry Ardiansyah selaku Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Bank NTB Syariah. Pelaksanaan program ini menjadi bagian dari rangkaian penguatan implementasi SMAP sekaligus meningkatkan kompetensi personel yang akan menjalankan fungsi internal audit di lingkungan perusahaan.

Sebelumnya, PT Bank NTB Syariah telah melaksanakan Kick Off Project dan Training Awareness SMAP SNI ISO 37001:2025 pada 7–8 Juli 2026. Setelah membangun pemahaman dan komitmen terhadap penerapan standar, pengembangan kompetensi auditor internal menjadi tahapan berikutnya untuk memastikan sistem yang telah dibangun dapat dievaluasi secara sistematis dan berkelanjutan.
Memperkuat Kompetensi Internal Auditor SMAP
Internal audit memiliki posisi penting dalam menjaga efektivitas penerapan SNI ISO 37001:2025. Melalui audit internal, organisasi dapat mengevaluasi kesesuaian implementasi sistem, efektivitas pengendalian risiko penyuapan, serta mengidentifikasi area yang masih membutuhkan perbaikan dan penguatan.
Dalam training, peserta mendapatkan pemahaman mengenai persyaratan Sistem Manajemen Anti Penyuapan dari perspektif auditor. Pembahasan diarahkan pada keterkaitan antara konteks organisasi, kepemimpinan dan komitmen, penilaian risiko penyuapan, kompetensi, due diligence, pengendalian keuangan dan nonkeuangan, pengelolaan pihak ketiga, pelaporan, investigasi, tindakan koreksi, hingga peningkatan sistem. Pemahaman terhadap keterkaitan tersebut diperlukan agar auditor mampu melihat penerapan SMAP sebagai suatu sistem yang terintegrasi dengan proses bisnis dan tata kelola organisasi.
Penerapan Audit Based on ISO 19011:2026
Selain memperkuat pemahaman terhadap SNI ISO 37001:2025, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pelaksanaan audit berdasarkan ISO 19011:2026. Materi mencakup prinsip audit, pengelolaan program audit, perencanaan audit, penentuan tujuan, ruang lingkup dan kriteria audit, persiapan dokumen kerja, pelaksanaan audit, pengumpulan dan verifikasi bukti objektif, penyusunan temuan, pelaporan, hingga tindak lanjut hasil audit.
Pendekatan audit juga diarahkan dengan mempertimbangkan risiko dan karakteristik proses. Hal ini penting agar pelaksanaan audit tidak hanya berorientasi pada pemenuhan checklist, tetapi mampu mengevaluasi efektivitas pengendalian pada area yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi bagi organisasi.
Dengan kompetensi tersebut, auditor internal diharapkan mampu menghasilkan informasi yang objektif dan relevan sebagai salah satu dasar bagi manajemen dalam melakukan evaluasi dan peningkatan Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
Workshop untuk Meningkatkan Kemampuan Praktis Auditor
Program ini tidak hanya diselenggarakan dalam bentuk pemaparan materi. Untuk memperkuat kemampuan peserta dalam mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh, kegiatan juga dilengkapi dengan workshop dan praktik internal audit.
Melalui workshop, peserta berlatih mempersiapkan proses audit, menentukan fokus audit, memahami proses yang akan diaudit, mengidentifikasi risiko yang relevan, serta menyusun checklist dan pertanyaan audit berdasarkan persyaratan SNI ISO 37001:2025.
Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan teknik pengumpulan dan verifikasi bukti objektif. Kemampuan ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kesimpulan audit didasarkan pada fakta dan bukti yang memadai.
Workshop dilanjutkan dengan latihan identifikasi kondisi audit dan penyusunan temuan. Peserta diarahkan untuk memahami keterkaitan antara kondisi yang ditemukan, bukti objektif, dan kriteria audit sehingga temuan dapat disusun secara jelas, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kombinasi antara training, workshop, studi kasus, dan praktik audit, peserta diharapkan tidak hanya memahami persyaratan standar, tetapi juga memiliki kemampuan yang lebih aplikatif ketika melaksanakan internal audit di lingkungan PT Bank NTB Syariah.
Internal Audit sebagai Bagian dari Peningkatan Berkelanjutan
Internal audit memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar memenuhi agenda audit tahunan. Hasil audit dapat memberikan gambaran kepada manajemen mengenai efektivitas penerapan sistem, kelemahan pengendalian, potensi risiko, serta peluang peningkatan yang perlu ditindaklanjuti.
Dalam penerapan SMAP, kemampuan untuk mengidentifikasi kelemahan sejak dini menjadi penting. Temuan yang diperoleh melalui proses audit dapat ditindaklanjuti melalui analisis penyebab dan tindakan koreksi sehingga organisasi dapat mencegah terulangnya permasalahan yang sama.
Internal audit yang dilaksanakan secara konsisten juga membantu organisasi menjaga agar pengendalian anti penyuapan tetap relevan dengan perubahan proses bisnis, lingkungan organisasi, hubungan dengan pihak ketiga, serta perkembangan risiko yang dihadapi.
Oleh karena itu, kompetensi auditor internal menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga keberlanjutan dan peningkatan efektivitas Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2025.
Memperkuat Budaya Integritas di PT Bank NTB Syariah
Pelaksanaan Training & Workshop Internal Auditor SMAP SNI ISO 37001:2025 Based on ISO 19011:2026 menjadi bagian dari komitmen PT Bank NTB Syariah dalam memperkuat sistem pengendalian dan budaya integritas di lingkungan perusahaan.
Penguatan kompetensi auditor internal diharapkan dapat mendukung organisasi dalam melakukan evaluasi sistem secara lebih objektif, sistematis, dan berbasis risiko. Hasil audit selanjutnya dapat menjadi masukan bagi manajemen dalam menentukan tindakan perbaikan serta meningkatkan efektivitas penerapan SMAP secara berkelanjutan.
RMC Siap mendampingi rangkaian pengembangan SMAP di PT Bank NTB Syariah agar sistem yang dikembangkan tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi organisasi.
Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Bank NTB Syariah atas kepercayaan yang terus diberikan kepada RMC sebagai mitra dalam pengembangan dan penguatan Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2025.
Semoga program ini semakin memperkuat kompetensi auditor internal, meningkatkan efektivitas pengendalian risiko penyuapan, serta mendukung penerapan tata kelola dan budaya integritas yang berkelanjutan di lingkungan PT Bank NTB Syariah.
MASIH BANYAK RUANG DAN WAKTU UNTUK MELAKUKAN IMPROVEMENT.
RMC – Delivering Real Solutions, Creating Sustainable Impact.
Untuk informasi lebih lanjut tentang program konsultasi dan pelatihan lain dari RMC, silahkan hubungi kami di 0811-1439-980 atau marketing@ratama.co.id







