Membangun perusahaan yang sehat dan sukses tidak hanya membutuhkan strategi bisnis yang tepat, tetapi juga sistem pengendalian yang mampu melindungi organisasi dari berbagai potensi fraud. Di tengah kompleksitas proses bisnis dan meningkatnya tuntutan tata kelola, pencegahan fraud perlu menjadi bagian yang terintegrasi dalam pengelolaan risiko dan budaya perusahaan.
Melanjutkan rangkaian pengembangan kompetensi yang telah dimulai pada Batch 1, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk kembali menyelenggarakan WEBINAR BATCH 2 Anti Fraud dengan Pendekatan Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001 “As The Key to Healthy and Successful Company” pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Pelaksanaan Batch 2 menjadi kelanjutan dari program yang mengangkat pentingnya pendekatan sistem manajemen dalam memperkuat upaya pencegahan fraud. Melalui pembahasan ini, peserta diajak memahami bahwa pengendalian fraud tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan, pengawasan, maupun penanganan pelanggaran, tetapi membutuhkan sistem yang mampu menghubungkan risiko, pengendalian, tanggung jawab, dan evaluasi secara berkelanjutan.
Webinar ini menempatkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001 sebagai salah satu pendekatan strategis dalam mendukung penguatan tata kelola, integritas, dan pengendalian risiko penyuapan sebagai bagian dari strategi anti fraud perusahaan.
Anti Fraud sebagai Fondasi Perusahaan yang Sehat
Fraud merupakan salah satu risiko yang dapat memengaruhi stabilitas dan keberlanjutan perusahaan. Dampaknya tidak selalu terbatas pada kerugian finansial, tetapi juga dapat memengaruhi reputasi, kepercayaan pemangku kepentingan, efektivitas operasional, serta kualitas tata kelola organisasi.
Karena itu, perusahaan perlu membangun sistem anti fraud yang tidak hanya mampu merespons kejadian, tetapi juga mengidentifikasi dan mengendalikan faktor risiko sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.
Pendekatan ini membutuhkan keterlibatan berbagai fungsi organisasi, mulai dari manajemen, pengelolaan risiko, kepatuhan, pengendalian internal, hingga seluruh personel yang menjalankan aktivitas operasional.
Pencegahan fraud yang efektif bukan hanya tanggung jawab fungsi pengawasan, melainkan bagian dari tanggung jawab organisasi secara menyeluruh.
Melalui Webinar ini, pembahasan anti fraud diarahkan pada pentingnya membangun sistem yang mampu mendukung konsistensi pengendalian sekaligus memperkuat kesadaran terhadap risiko dan integritas dalam proses bisnis.
SNI ISO 37001 (Pendekatan Sistem untuk Memperkuat Pencegahan Fraud)
Salah satu tantangan dalam pengelolaan fraud adalah memastikan bahwa berbagai kebijakan dan pengendalian yang telah ditetapkan benar-benar diterapkan secara efektif.
Dalam konteks tersebut, SNI ISO 37001 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) memberikan kerangka sistematis untuk membantu organisasi mencegah, mendeteksi, dan menangani risiko penyuapan.
Pendekatan ini mencakup berbagai elemen penting, antara lain komitmen kepemimpinan, penilaian risiko penyuapan, pengendalian operasional, uji kelayakan, peningkatan kompetensi, mekanisme pelaporan, monitoring, evaluasi, serta tindakan perbaikan. Meskipun SNI ISO 37001 secara khusus berfokus pada risiko penyuapan, prinsip sistem manajemen yang digunakan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan program anti fraud yang lebih luas.
Dengan demikian, perusahaan tidak hanya membangun kebijakan mengenai perilaku yang dilarang, tetapi juga mengembangkan mekanisme untuk memastikan bahwa risiko telah dikenali dan pengendalian diterapkan secara konsisten.
Pendekatan tersebut membantu organisasi bergerak menuju pengelolaan anti fraud yang lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Dari Kebijakan Anti Fraud Menuju Sistem Pengendalian yang Efektif
Memiliki kebijakan anti fraud merupakan langkah awal yang penting. Namun, keberadaan kebijakan belum secara otomatis menjamin efektivitas pencegahan. Tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam aktivitas operasional.
Organisasi perlu memastikan bahwa risiko telah diidentifikasi, tanggung jawab ditetapkan dengan jelas, pengendalian diterapkan, serta efektivitas pelaksanaannya dievaluasi secara berkala.
Dalam pendekatan sistem manajemen, terdapat hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara risk assessment, control implementation, monitoring, evaluation, dan continual improvement. Setiap pengendalian perlu memiliki tujuan yang jelas dan relevan dengan risiko yang dihadapi.
Ketika organisasi menemukan kelemahan, hasil evaluasi harus dapat digunakan untuk menentukan tindakan korektif dan meningkatkan efektivitas sistem. Inilah perbedaan mendasar antara organisasi yang sekadar memiliki kebijakan anti fraud dengan organisasi yang membangun sistem pengendalian anti fraud yang terintegrasi.
Integritas Harus Menjadi Bagian dari Budaya Perusahaan
Sistem pengendalian yang baik membutuhkan dukungan budaya organisasi yang kuat. Dalam pengelolaan anti fraud, integritas tidak cukup hanya dinyatakan melalui kode etik, kebijakan, maupun komitmen tertulis.
Integritas perlu diwujudkan melalui perilaku, proses pengambilan keputusan, kepatuhan terhadap pengendalian, dan konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab.
Peran pimpinan menjadi penting dalam memberikan arah dan keteladanan. Pada saat yang sama, setiap personel perlu memahami bahwa keputusan yang diambil dalam aktivitas sehari-hari dapat memengaruhi tingkat risiko organisasi.
Karena itu, membangun budaya integritas membutuhkan proses yang berkelanjutan melalui komunikasi, pengembangan kompetensi, pengawasan, dan evaluasi. Melalui pendekatan Sistem Manajemen Anti Penyuapan, organisasi memiliki kerangka yang dapat membantu menghubungkan komitmen integritas dengan proses dan pengendalian yang lebih nyata.
Healthy and Successful Company (Kinerja dan Integritas Harus Berjalan Bersama)
Tema “As The Key to Healthy and Successful Company” menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak cukup hanya diukur melalui pencapaian target bisnis.
Perusahaan yang sehat juga membutuhkan kemampuan untuk mengelola risiko, menjaga kepercayaan, memperkuat pengendalian, dan memastikan proses bisnis dijalankan secara bertanggung jawab. Pertumbuhan bisnis tanpa pengelolaan risiko yang memadai dapat meningkatkan kerentanan organisasi terhadap berbagai bentuk penyimpangan.
Sebaliknya, pengendalian yang terlalu administratif tanpa mempertimbangkan efektivitas proses juga belum tentu mampu memberikan perlindungan yang optimal. Karena itu, organisasi perlu membangun keseimbangan antara business performance, risk management, internal control, dan integrity.
Pendekatan sistem manajemen membantu organisasi memastikan bahwa pencapaian tujuan bisnis berjalan seiring dengan penguatan tata kelola dan pengendalian risiko. Dalam jangka panjang, keseimbangan tersebut menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun perusahaan yang sehat, dipercaya, dan mampu mempertahankan keberlanjutan bisnis.
Pelaksanaan Webinar Anti Fraud Batch 2 pada 7 Oktober 2026 melanjutkan rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah diselenggarakan pada 2 Oktober 2026 melalui Batch 1, dengan partisipasi lebih dari 500 peserta.
Keberlanjutan program ini mencerminkan pentingnya penguatan pemahaman mengenai anti fraud sebagai bagian dari pengembangan kompetensi organisasi. Melalui pembahasan yang menghubungkan risiko fraud, Sistem Manajemen Anti Penyuapan, tata kelola, dan integritas, kegiatan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami peran masing-masing dalam mendukung sistem pencegahan yang efektif.
Program pengembangan kompetensi seperti ini memiliki nilai penting karena keberhasilan sistem pengendalian tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan prosedur, tetapi juga oleh pemahaman dan konsistensi personel yang menjalankannya.
Dengan demikian, penguatan anti fraud dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran organisasi yang berkelanjutan.
Sebagai perusahaan konsultan manajemen, RMC berkomitmen membantu organisasi membangun sistem manajemen yang tidak hanya memenuhi persyaratan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi efektivitas pengelolaan perusahaan.
Dalam bidang Anti Fraud dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001, RMC mengembangkan pendekatan yang menghubungkan pemahaman standar dengan kebutuhan pengelolaan risiko, pengendalian internal, pengembangan kompetensi, dan implementasi di lingkungan organisasi.
RMC mendukung perusahaan melalui berbagai layanan, termasuk Training Anti Fraud, Training Awareness SNI ISO 37001, Training Internal Auditor, Gap Assessment, Bribery Risk Assessment, pengembangan dan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan, upgrading SNI ISO 37001:2025, serta pendampingan audit dan sertifikasi.
Program tersebut dapat disesuaikan dengan karakteristik bisnis, tingkat kematangan sistem, kebutuhan kompetensi, serta tujuan pengembangan organisasi.
Bagi RMC, keberhasilan implementasi sistem manajemen tidak hanya diukur dari tersedianya dokumen maupun pencapaian sertifikasi. Nilai yang lebih penting adalah ketika sistem mampu membantu organisasi mengenali risiko, menjalankan pengendalian, meningkatkan kompetensi personel, serta memperkuat tata kelola secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, RMC berupaya menjadi mitra strategis bagi organisasi dalam menerjemahkan persyaratan standar menjadi solusi yang praktis, aplikatif, dan berorientasi pada hasil..
Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada RMC dalam mendukung rangkaian Webinar Anti Fraud, serta apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi.SSSSS
Dari Batch 1 menuju Batch 2, penguatan pemahaman Anti Fraud terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun perusahaan yang sehat, berintegritas, dan berkelanjutan.
MASIH BANYAK RUANG DAN WAKTU UNTUK MELAKUKAN IMPROVEMENT.
RMC – Delivering Real Solutions, Creating Sustainable Impact.
Untuk informasi lebih lanjut tentang program konsultasi dan pelatihan lain dari RMC, silahkan hubungi kami di 0811-1439-980 atau marketing@ratama.co.id






