Dalam lingkungan kerja berisiko tinggi, keselamatan tidak hanya ditentukan oleh prosedur, teknologi, atau penggunaan alat pelindung diri. Faktor perilaku manusia menjadi salah satu elemen paling krusial dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan. Banyak insiden kerja terjadi bukan karena tidak adanya sistem, tetapi karena perilaku tidak aman yang dilakukan secara berulang dan tanpa disadari.
Menyadari pentingnya aspek tersebut, Timor Gap, E.P. menyelenggarakan kegiatan Training Awareness Behavior Based Safety (BBS) pada 4 Mei 2026 sebagai bagian dari rangkaian capacity building training yang dirancang untuk memperkuat budaya keselamatan kerja di seluruh level organisasi.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran bahwa keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab fungsi HSE semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang harus menjadi bagian dari perilaku dan budaya kerja sehari-hari. Pendekatan Behavior Based Safety (BBS) menekankan pentingnya membangun perilaku aman melalui peningkatan kesadaran, kepedulian, serta keterlibatan aktif seluruh personel dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.
Sebagai perusahaan konsultan yang berfokus pada implementasi sistem manajemen yang memberikan dampak nyata, pendekatan yang dibangun dalam training ini tidak hanya menekankan pada pemahaman teori keselamatan kerja, tetapi pada bagaimana organisasi mampu membangun budaya safety yang hidup dan dijalankan secara konsisten.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibekali pemahaman mengenai konsep dasar Behavior Based Safety, hubungan antara perilaku dan potensi kecelakaan kerja, serta bagaimana perilaku individu dapat memengaruhi keselamatan diri sendiri maupun orang lain di lingkungan kerja. Penekanan diberikan pada pentingnya membangun kesadaran bahwa tindakan kecil sekalipun dapat memiliki dampak besar terhadap keselamatan operasional perusahaan.
Training ini juga membahas bagaimana pendekatan BBS membantu organisasi dalam mengidentifikasi perilaku berisiko, meningkatkan observasi keselamatan, serta membangun komunikasi safety yang lebih efektif di lingkungan kerja. Dengan pendekatan ini, keselamatan tidak hanya dipandang sebagai kewajiban kepatuhan, tetapi menjadi bagian dari nilai dan budaya organisasi.
Sebagai bagian dari metode pembelajaran yang interaktif dan aplikatif, kegiatan ini juga dilengkapi dengan Workshop ABC Model (Antecedent, Behavior, Consequence) yang membantu peserta memahami bagaimana perilaku terbentuk serta bagaimana organisasi dapat membangun intervensi yang tepat dalam mendorong perilaku aman. Melalui workshop ini, peserta diajak untuk menganalisis faktor pemicu perilaku, bentuk perilaku yang muncul, serta konsekuensi yang dihasilkan dalam konteks keselamatan kerja.
Selain itu, kegiatan juga dikemas secara lebih dinamis melalui Online Quiz Competition, yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi peserta sekaligus memperkuat pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan. Pendekatan ini menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, membangun keterlibatan aktif peserta, serta memperkuat internalisasi budaya keselamatan kerja.
Diskusi dalam training berlangsung secara kontekstual dengan mengaitkan konsep Behavior Based Safety dengan kondisi operasional dan tantangan nyata yang dihadapi perusahaan. Pendekatan ini memastikan bahwa pemahaman yang dibangun tidak berhenti pada konsep teoritis, tetapi dapat diterapkan secara langsung dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Melalui pelaksanaan Training Awareness Behavior Based Safety (BBS), Timor Gap, E.P. menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat budaya keselamatan kerja serta meningkatkan kesadaran seluruh personel terhadap pentingnya perilaku aman dalam mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang tidak hanya fokus pada produktivitas, tetapi juga pada perlindungan sumber daya manusia sebagai aset utama perusahaan. Dengan budaya keselamatan yang kuat, organisasi akan lebih siap dalam meminimalkan risiko kecelakaan kerja, meningkatkan disiplin operasional, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan.
Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Timor Gap, E.P. atas kepercayaan dan kolaborasi yang telah terjalin. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya keselamatan kerja dan membangun organisasi yang semakin tangguh serta berorientasi pada safety excellence.
MASIH BANYAK RUANG DAN WAKTU UNTUK MELAKUKAN IMPROVEMENT.
RMC – Delivering Real Solutions, Creating Sustainable Impact.
Untuk informasi lebih lanjut tentang program konsultasi dan pelatihan lain dari RMC, silahkan hubungi kami di 0811-1439-980 atau marketing@ratama.co.id






